Thursday, April 29, 2010

Kondisi Itu Bernama Zona Nyaman

Hai sobat Blogosphere tercinta, pernahkah terpikir dibenak Anda, Mengapa kebanyakan pekerja enggan untuk ber wiraswasta dan mandiri??? Apakah dikarenakan masalah kemampuan atau Modal? Tidak juga, atau karna belum ada keberanian?? Ternyata bukan. Lalu apa yang menghambatnya? Biang kerok jawabnya adalah “Zona Nyaman” ya musuh terbesar dari seorang calon pengusaha sukses yang berasal dari status karyawan adalah zona nyaman atau “Comfort zone”. Karena seorang yang telah terjebak didalamnya akan merasa nyaman, sehingga membuatnya enggan untuk meninggalkan kondisi ‘kenyamanan’ yang dirasakannya saat ini.

Sudah kodratnya bahwa setiap manusia memang mudah terbuai, dengan suatu kondisi nyaman, dan melupakan hal penting yang mesti dilakukan, hal ini hampir sama dengan cerita yang pernah Saya baca 5 tahun yang lalu tentang seekor anak kelinci yang mati tenggelam, didalam sebuah kolam besar yang telah lama tidak terpakai.

Dengan kondisi air kolam yang tidak terlalu dalam, seekor anak kelinci tersebut tidak berusaha beranjak dari kolam tersebut, dan asyik terus memakan tumbuhan wortel dikolam yang airnya telah kering, namun tanpa disangka-sangka hujan yang sangat deras pun turun secara tiba-tiba, maka air kolam menjadi tinggi dan terasa sangat dalam bagi kelinci tersebut, yang tidak sempat melarikan diri karena sudah terjebak dalam kenyamanan kolam yang kering dan penuh wortel itu, dan selanjutnya bisa ditebak, dia pun mati mengenaskan.

Ini yang kerap terjadi pada orang yang tidak mau segera keluar dari zona nyaman. Saat muda menghabiskan waktu berharganya dengan suatu “pengabdian” yang sia-sia, dan ketika ada kesempatan ia tidak memanfaatkannya, karena merasa sangat nyaman dalam kondisi yang dirasakannya saat ini. Dapat gaji bulanan, Bonus akhir tahun, kendaraan dinas, tunjangan ini-itu, dan sebagainya.

Contoh kasus lagi, misalnya ada seseorang yang merencanakan bahwa tahun depan akan mulai mempelajari sebuah keterampilan atau bahkan memulai sebuah usaha sampingan, namun ketika tiba waktunya, dia pun lupa dan sambil melakukan pembenaran pada dirinya, bahwa tahun ini timing nya belum cocok untuk memulai sebuah usaha sampingan, dan sebagainya. Alih-alih karna sibuk dan berbagai macam pembenaran yang telah diciptakannya tadi, maka segenap rencananya pun tertunda dan tertunda lagi.

Sebenarnya bukan waktunya yang tidak cocok, tetapi lebih kepada sebuah pembenaran bagi dirinya untuk tidak melakukannya dengan segera, disebabkan yaah…karna enggan meninggalkan Zona Nyaman tersebut. Mungkin itu kalimat yang lebih tepat. Jujur saja, karna hal itulah yang Saya alami sepuluh tahun lalu.

Banyak waktu maupun hal indah akan terbuang karena kita tidak mampu melawan zona nyaman ini. Sebenarnya Solusinya sederhana, segera Anda putuskan dengan tegas, untuk segera keluar dari zona nyaman betapapun nyaman nya kondisi Anda saat ini. Tunda dulu kenikmatan yang Anda impikan, dan segera lakukan hal hal yang bermanfaat bagi masa depan keluarga Anda, dengan segera membuka suatu usaha riil misalnya. Percayalah, Anda pasti bisa jika Anda mau. Karena manusia selalu mempunyai kemampuan untuk memilih, apa yang terbaik baginya jika orang itu betul-betul menginginkannya.

Pertanyaan terakhir sekaligus penutup artikel ini, silahkan Anda jawab sejujur-jujurnya dalam hati Anda, “Apa yang Anda pilih sebagai Warisan, saat Anda meninggalkan buah hati Anda kelak…..? Pesangon yang tidak begitu besar dari perusahaan tempat Anda bekerja saat ini, atau sebuah perusahaan besar, dari hasil wiraswasta yang Anda rintis sejak dini, sebagai Warisan kepada buah hati tercinta?????


sumber : @rajwarafi.com

No comments:

Post a Comment

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP